Kolom Asaaro Lahagu: 4 Cara Jitu Melawan Ahok Agar
Kalau kita melihat ke belakang, ada beragam cara telah dilakukan dalam melawan Ahok, namun semuanya gagal. Ahok sulit ditembus dan digoyang. Ia berdiri bagai tembok raksasa China. Ahok punya pertahanan kokoh, efisien dan sangat hebat bagaikan tank lapis baja. Serangan-serangan yang datang dari bawah, kiri-kanan, atas dan belakang, semuanya kandas di tangan Ahok.
Saya terus mencermati gerakan-gerakan yang telah dilakukan untuk menjatuhkan Ahok. Mulai dari kekuatan di DPRD DKI Jakarta, mobilisasi kekuatan Ormas menakutkan macam FPI, GMJ, pengangkatan isu-isu rasis (ras, suku, agama) seperti aseng-asing, blow up isu pemberian ijin reklamasi pantai Jakarta kepada Agung Padomoro, isu pembelian tanah di Rumah Sakit Sumber Waras, penggiringan opini lewat BPK sampai mobilisasi preman, massa dan buruh. Semua gerakan untuk menjatuhkan Ahok itu, kandas dan buntu.
Padahal sebetulnya ada cara lain yang lebih sederhana untuk menjatuhkan Ahok. Cara ini tidak rumit, tidak butuh biaya dan tidak butuh mobilisasi massa, namun sangat jitu. Pertama , munculkan tokoh yang lebih hebat daripada Ahok. Ahok sendiri telah berulang kali berkoar-koar dengan mengatakan, “Jika ada gubernur yang lebih pintar dan lebih hebat dari pada saya, saya akan berhenti dari jabatan saya sebagai gubernur DKI Jakarta”. Sangat simpel sekali. Penduduk Jakarta ada 12 juta jiwa dan mayoritas muslim. Di antaranya ada suku Betawi, suku asli Jakarta.
Ke dua , jangan pilih PDIP dan Ahok pada Pemilu 2017. Sangat sederhana. Kita punya Pemilu, kan? Jika tidak ada orang yang memilih PDIP pada Pemilu 2019 dan tidak ada juga yang memilih Ahok pada Pilkada 2017, maka selesailah sudah Ahok. Mengapa PDIP? Karena Ahok sangat dekat dengan Megawati dan PDIP. Hak angket DPRD tidak bisa dilanjutkan ke HMP, karena tidak disetujui oleh PDIP. Akibatnya perlawanan DPRD yang dimotori Lulung dan Taufik, kandas. Jika tidak ada yang memilih PDIP, maka tidak ada partai yang membela Ahok di DPRD. Apalagi kalau tidak ada orang yang memilih Ahok pada Pilkada 2017, maka selesailah sudah Ahok.