Kolom Asaaro Lahagu: 7 Alasan Mega Tunggu Detik Terakhir
Maka klop sekali, jika Mega menghabiskan waktunya nonton TV setiap hari dan sering melihat wajah Ahok yang sering nongol. Darah muda Mega kembali mengalir deras ketika ia melihat Ahok mampu bertahan dari berbagai serangan lawan-lawannya. Mega manggut-manggut ketika Ahok asyik memainkan politik terbalik sambil kampanye jangan pilih gue kalau ada yang lebih baik. Lalu emangnya siapa yang lebih baik dari Ahok?
Mega semakin senyum-senyum melihat wajah Sandiaga Uno, Yusril, Lulung, Taufik, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Syaefullah atau wajah kadernya Masinton Pasaribu terus meminta Mega tak mendukung Ahok. “Ah hanya kambing yang dibedakin saja bisa mengalahkan Ahok”. Mega tersedak mendengar sesumbar Masinton tentang istilah kambing dibedakin itu. Ketika Mega batuk dari situasi tersedaknya dan langsung memecat Bambang DH, Masintonpun diam membatu, tak berkutik. Megapun tertawa lega. Aha, kena kau Bambang, diam kau Masinton.
Di dapur sambil membuat sambal terasi, Mega tersenyum kecut melihat PKS, Gerinda, PPP, PKB, PAN, PD, bagaikan ikan mabuk mencari lawan Ahok. Partai-partai ini terus gonta-ganti calon dan tak kunjung pasti mencari lawan Ahok yang sepadan. Mega pasti terus ngakak dan ngakak, saat dia tahu skenario para penjilat, pemabuk yang menginginkan Risma minggat dari Surabaya dan maju melawan Ahok. Ah, ada orang-orang rakus sedang bereaksi dengan santun plus bermain cantik ala Angelina Jolie. Busyet, PDIP sudah memegang Surabaya plus Jawa Timur, kok disuruh minggat? Siapa yang bodoh? Ilustrasi: Poskota News [/caption]