Kolom Asaaro Lahagu: Ahok Vs Risma Dan Strategi "last
Tim satu terus-menerus menggaungkan informasi bahwa warga Jakarta sudah mempersiapkan sebuah sambutan hebat untuk menyambut kedatangan Risma. Tim ke dua , sedang menggalang dukungan pro Risma dari berbagai lini. Tim ke tiga sedang bereaksi di media dan terus menerus mem-blow-upbahwa begitu banyak pihak yang menginginkan Risma maju bersaing melawan Ahok. Dan tim ke empat , adalah tim destroyer , yang mencoba melancarkan kampanye pelemahan Ahok. Dalam tim ke empat ini, masuk Masinton Pasaribu, yang terus berkoar bahwa kambing yang dibedakin pun akan menang melawan Ahok.
Jelas dan amat jelas bahwa mereka yang sangat ngebet merebut dan mendikte posisi Risma adalah para anggota DPRD Surabaya yang gagal mewujudkan tol di tengah kota, wakil wali kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana, yang sekian lama merindukan posisi Risma dan Ketua DPP PDIP pemenangan Pemilu Bambang DH yang dulu gagal menjadi Gubernur Jatim yang juga orang dekat Wisnu. Tujuan jangka panjangnya adalah menguasai kursi gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018 mendatang. Risma jelas tahu skenario pencokelan dirinya. Itulah sebabnya dia berulang kali menegaskan bahwa dia tidak akan meninggalkan rakyat Surabaya. Dia sudah berkomitmen penuh di Surabaya.
Risma juga tahu bahwa pada last minute, Mega akan mengusung Ahok untuk menjadikan negeri ini jauh lebih baik. Ahok di Jakarta dan Risma di Surabaya dan Jokowi di RI-1, Tito di Polri, Ganjar di Jateng. Klop sudah, sebuah tim super era PDIP. Foto: Bentagar.id[/caption]
Sebagaimana Sutiyoso berulang kali mengatakan bahwa Jakarta adalah kota buas yang dipenuhi binatang buas, maka butuh sosok yang memiliki kebuasan super untuk menangani ibu kota. Bahkan Letnan Jenderal Sutiyoso pun yang menjabat Gubernur DKI selama sepuluh tahun, tidak mampu membenahi kota Jakarta dari preman liar, PKL liar, pemukiman liar, begal APBD, korupsi berjamaah dan seterusnya. Foto: The Jakartan Post[/caption]