Kolom Asaaro Lahagu: Ahok Yang Mulai Bangkit Pasca
Saat dirinya ditetapkan tersangka, Ahok dinyatakan sudah tamat. Akan tetapi hanya beberapa detik pasca penetapan itu, Ahok ternyata bangkit lagi. Dukungan kepadanya lewat sosial media dengan tagar “Kami Ahok”, berhari-hari menjadi trending topik di Twitter. Berbagai polling di sosial media menempatkan Ahok di urutan paling atas.
Sejak Ahok ditetapkan sebagai tersangka, namanya justru semakin berkibar bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional. Tak kurang Amnesty Internasional meminta Polri menghentikan penyelidikan kasus Ahok. Sebelumnya ditenggarai bahwa demo 4 November 2016, membuat Donald Trump menang atas Hilary Clinton pada Pilpres Amerika. Negara-negara Barat pun akan terus menyorot Indonesia. Di rumah pemenangan Ahok di Lembang, dukungan deras datang dari berbagai pihak, termasuk dukungan dari PPP Djan Faridz. Setiap hari ratusan orang silih berganti menyatakan dukungan atau menerima beragam pengaduan. Diperkirakan bahwa label tersangka yang disandang Ahok tidak terpengaruh. Walaupun Polri mencoba berpacu dengan waktu agar kasus Ahok cepat tuntas, namun mendapatkan vonis di pengadilan tidak secepat yang diharapkan. Butuh waktu berbulan-bulan bahkan tahunan untuk mendapat label ikrah atau berkekuatan hukum tetap.
Akan tetapi kemungkinan keduanya dan ini yang ditakuti para lawan Ahok, adalah orang yang disurvei enggan menjawab pertanyaaan karena faktor memanasnya suhu politik dan sosial di masyarakat. Kondisi itu membuat orang yang ditanya dalam survei tak mau mengambil risiko politik. Dari dukungan kepada Ahok di Lembang, terlihat bahwa warga Jakarta yang punya suara malah simpatik kepada Ahok yang dikepung dari segala sudut. Warga Suku Karo yang tinggal di Cililitan menganugerahi Ahok menjadi warga Suku Karo lewat merga Karo-karo.[/caption] Soal hasil survei yang mencap elektabilitas Ahok jatuh, ada kemungkina bahwa masyarakat yang disurvei saat ini cenderung tidak terbuka dan jujur mengutarakan apa yang ada di benaknya. Alasannya untuk menghindari risiko politik dan sosial. Bisa saja warga Jakarta tidak mengatakan mendukung Ahok tapi di bilik suara berbalik mendukung.
Satu lagi yang perlu dicamkan, yakni bahwa Ahok masih hidup dan bahkan ia mulai bangkit lagi.