Kolom Asaaro Lahagu: Daya Sihir Ahok, Agus, Dan Anis
Fakta membuktikan bahwa sejak Reformasi 1998, mereka yang mempunyai daya sihir menjelma menjadi penguasa di negeri ini. Menurut pengamatan saya, sejak Reformasi 1998 hingga kini, baru ada 4 sosok yang punya daya sihir luar biasa. Mereka itu adalah Megawati, SBY, Jokowi dan Ahok. Mari kita lihat satu per satu daya sihir itu dengan menengok ke belakang sejenak.
Megawati yang tersiksa terus-menerus di era Soeharto, menjelma menjadi bintang pasca Soeharto lengser. Ketika Megawati membentuk PDIP 10 Januari 1999, rakyatpun menyambutnya dengan gegap-gempita.
Bersama dengan PDIP-nya, Megawati sukses menyihir rakyat akar rumput di berbagai pelosok negeri dan secara masif menyatakan dukungan kepadanya. Sihir Mega menjadi semakin bergemuruh bersama dengan euforia rakyat yang sudah lama kebebasan politiknya tertekan oleh rezim Soeharto.
Menjelang Pemilu 1999, rakyat secara masif mendirikan Posko pemenangan PDIP Megawati di jalan-jalan, di gang-gang rumah, di tanah-tanah kosong dan di berbagai tempat lainnya. Pada Pemilu 1999 itu, Indonesia memerah di belakang Megawati. Hasilnya PDIP keluar sebagai pemenang Pemilu.
Namun, lewat dengkul Amin Rais dengan poros tengahnya, Gus Dur berhasil menjadi Presiden RI setelah poros tengah berhasil mengkadalin Megawati. Namun, tidak lama kemudian Gus Dur lengser dan Megawati yang sebelumnya hanya diplot sebagai wakil, berhasil dilantik menjadi Presiden perempuan pertama RI.
Demam Jakarta baru pada Tahun 2012 membuat figur Jokowi sangat dominan. Hasilnya dalam Pilkada 2012, Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan menyingkirkan Gubernur Petahana, Fauzi Bowo. Wakil Gubernur Ahok yang berpasangan dengan Jokowi, juga ikut terkenal dengan menebeng pada popularitas Jokowi. Hal yang patut dicatat di sini adalah bahwa dasar kemenangan PDIP di Pilkada Jakarta itu bukanlah berkat daya sihir Mega, tetapi berkat daya sihir Jokowi. Pada Pemilu 2014, PDIP bisa menjadi pemenang Pemilu di kancah nasional berkat daya sihir Jokowi. Hal yang sama pada Pilkada di DKI Jakarta. PDIP berhasil meraih kursi terbanyak 28 kursi berkat daya sihir Jokowi. Jika kemudian PDIP berhasil mengorbitkan Jokowi menjadi Presiden, itu juga bukan karena jasa Megawati tetapi karena daya sihir Jokowi.