Kolom Asaaro Lahagu: Filosofi Ikan Dan Pemerintahan Presiden Joko
Saya tertarik melihat Jokowi saat memberi makan ikan di kolam. Perhatikanlah gesture tubuhnya. Ia duduk, santai, dan sangat menikmati saat-saat emas untuk memberi makan ikan di kolam. Tentu saja publik maklum. Memelihara, memperhatikan dan memberi makan ikan adalah hobby yang wajar. Jokowi juga manusia. Tetapi, saya bertanya, mengapa seorang presiden yang sangat sibuk, masih meluangkan waktu untuk memberi makan ikan? Ternyata jawabannya menarik.
Jika orang kebanyakan memelihara ikan sebagai hobby belaka dan berhenti sampai di situ, Jokowi tidaklah demikian. Jokowi suka memelihara ikan dan memberinya makan karena di situ ada iluminasi, ada pencerahan, ada inspirasi dan ada filosofi hidup yang luar biasa. Ketika Jokowi sedang memberi makan ikan, maka pada saat itu juga filosofi hidup ikan mencerahkannya dan menguatkannya.
Jokowi pun menyelami filosofi itu untuk kemudian dipakainya sebagai jurus andalannya dalam memimpin negeri ini. Apa-apa saja filosofi ikan yang diselami Jokowi itu? Pertama , ikan kalau berenang terus maju dan tidak pernah mundur. Benar, ikan berbelok, berputar haluan tetapi tetap saja ia berenang maju. Ikan tidak pernah berenang mundur, ia berenang maju. Filosofi inilah yang diselami Jokowi. Jokowi terus maju merevolusi bangsanya, ia tidak akan mundur melaksanakan apa yang diyakininya. Program Jokowi tentang pembangunan infrastruktur terkait pembangunan jalan, rel kereta api di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Irian, jalan tol trans Sumatera, tol laut dan kapal ternak, kereta api cepat Jakarta-Bandung, terus digebernya. Ia pantang mundur. Benar, ia kadang berbelok, berputar haluan, namun tetap maju.
Selama ini pembusukan negara ini dimulai dari kepala negara, dan para pejabat. Karena itu sebagai kepala negara, Jokowi menjaga agar janganlah dia yang pertama-tama busuk.