Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Dukung Penuh, Ahok Di Atas
Jusuf Kalla mati kutu, Prabowo tiarap, Amin Rais hilang ditelan bumi, Hatta Rajasa dan Anis Mata lengser dari ketum partainya. Itu terjadi di era Jokowi. Tragedi lengsernya Aburizal Bakri pada kursi empuk Golkar adalah atas skenario jitu Jokowi. Berhasilnya Setya Novanto menjadi Ketum Golkar atas restu Jokowi dan hasil lobi paling fenomenal Jenderal Luhut Panjaitan, tangan kanan Jokowi. Ini menancap tajam di benak para lawan Jokowi sekaligus lawan Ahok di DKI.
Terpilihnya Kapolri Tito Karnavian, masuknya kembali Jenderal Suhadi Alius yang sebelumnya tersingkir dan kini menjadi kepala BNPT, perintah tegas kepada Jenderal Budi Waseso agar mengusut habis nyanyian Freddy Budiman, adalah contoh nyata mulainya Jokowi meniru Duterte menghabisi para tikus koruptor dan para oknum pejabat militer dan Polri yang justru ikut dalam bisnis ratusan miliar hingga triliunan Narkoba di negeri ini.
Reshuffle kabinet jilid II yang menarik kembali Kartini hebat Indonesia, Sri Mulyani adalah untuk menghabisi mereka yang selama ini berpesta pora atas pengemplakan pajak. Lewat program Tax Amnesty, Jokowi memberi kesempatan akhir kepada para pengemplak pajak sebelum dihabisi Jokowi dengan meniru Rodrigo Duterte di Philipina.
Penunjukan Tito sebagai Kapolri, tersingkirnya Rizal Ramli, kokohnya Rini Soemarni, mesranya Jokowi dengan Golkar, membuat PDIP tercengang dan linglung. Megawati jelas tak mampu lagi mendikte Jokowi. Kini Jokowi sedang memainkan kekuatannya untuk menggolkan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk periode ke dua. Inilah yang menjadi keraguan PDIP dan antek-anteknya yang tergabung dalam koalisi kekeluargaan. Jelas dan amat jelas, Jokowi sama sekali tidak yakin akan kualitas Risma untuk masuk dalam rimba kebuasan Jakarta. Risma yang hanya dikenal sebagai tukang taman dan trotoar, gampang meneteskan airmata saat ditekan, gampang tersinggung saat dikritik (baca baper atas ucapan Ahok), bukanlah tipe yang diinginkan Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di DKI. Jelas Jokowi tetap butuh Ahok yang terus gila melawan DPRD DKI yang amat rakus semacam Taufik (mantan koruptor), Lulung dan teman-temannya.