Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Keluarkan Jurus Domba, Dpr Saling
Di satu sisi tekanan rakyat yang meminta Jokowi menolak revisi itu begitu kuat. Di sisi lain tekanan PDIP dan DPR bagaikan air bah, datang bertubi-tubi. Posisi Jokowi jelas terjepit di antara dua kekuatan besar itu. Di saat itulah Jokowi kembali keluarkan jurus domba alias adu dombanya yang telah memporak-poraknda KMP, Golkar dan PPP. Jokowi kembali mengadu domba antara anggota DPR vs DPR dan Partai vs Partai dan Partai Plus DPR vs Rakyat. Dengan jurus domba itu, Jokowi tinggal menonton sambil berlagak bak komentator di televisi. Lewat Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan, yang diplot sebagai komentator, terus mengulang-ulang komentar yang bernada dua. Pertama, Presiden mendukung revisi UU KPK. Komentar ini tentu memotivasi PDIP dan anggota DPR untuk semakin giat membuat draft revisi UU KPK itu. Komentar Luhut yang kedua, Presiden mendukung revisi UU KPK yang menguatkan. Nah komentar ini jelas membuat rakyat tenang dan terus menunggu revisi UU KPK yang menguatkan itu. Jokowi pun aman, toh keputusan akhir di tangannya. Biarkan DPR bertengkar dengan rakyat terlebih dahulu, demikianlah filosofi jurus domba Jokowi.