Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Pro-rizal Ramli Di Masela, Sudirman
Keputusan Jokowi itu menjadi bukti baru bahwa Jokowi sama sekali tidak tunduk pada kepentingan-kepentingan segelintir orang. Lewat keputusan itu dapat dilihat bahwa Jokowi semakin terlihat keras kepala, teguh dan tegas membela kepentingan rakyat. Walaupun sebetulnya, keputusannya itu sangat logis dan beralasan. Jokowi jelas membela kepentingan rakyat dan bukan kepentingan investor dan para pemburu rente di belakangnya.
Selama berbulan-bulan sebelumnya, Menko Rizal Ramli berseteru dengan Menteri ESDM Sudirman Said soal skema pengembangan Blok Masela itu. Sudirman Said bersama kementerian ESDM dan SKK Migas sangat bernafsu membangun Blok Masela itu di laut (offshore ). Kedua investor baik Inpex maupun Shell nafsunya juga sama. Mereka ingin agar pengembangan Blok Masela dilakukan secara terapung di laut. Apalagi keinginan mereka, didukung oleh seabrek data hasil riset dari Trydaya Advisory yang menyarankan agar pengembangan Blok Masela agar dilakukan di laut.
Di era Soeharto dan SBY ternyata antara menteri yang satu dengan yang lain, mereka saling melindungi, saling berbagi rata jika ada rezeki besar. Jadi, tidak ada yang dirugikan, semua mendapat jatah masing-masing. Di era Jokowi, hal yang sama tidak lagi demikian. Jokowi sama sekali tidak membiarkan ada pembagian jatah di antara menterinya. Ketika ada menteri yang licik plus ngotot untuk ‘bermain’, maka Jokowi akan menggonggong, mengempret dan mengaum lewat menterinya yang lain. Itulah yang kita lihat dalam sosok RR. RR akan terus mengempret jika ada menteri yang sibuk memenuhi ambisi kekuasaan sektoralnya. Ketika ada hal yang tidak beres di bawah kewenangan SS, RR kemudian langsung meng-attack-nya. Tentu saja RR tidak hanya melawan SS, tetapi RR juga melawan pemain di belakang SS yang sebetulnya adalah pemain lama. Lalu, siapa di belakang SS itu? Marilah kita mulai dengan menyinggung nama besar Kuntoro. Tangan kanan RR, Adhi Masardi di berbagai media selalu menunjukkan bahwa SS hanyalah pion yang dikendalikan oleh Kuntoro. Jaringan Kuntoro ini, menurut Massardi, adalah para monster yang lebih berbahaya dari iblis.