Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Unjuk Gigi, Pilih Tito Karnavian
Sebelumnya, media, partai, anggota DPR terus menjagokan Budi Gunawan dan Budi Waseso sebagai calon Kapolri. Tekanan-tekanan kepada Jokowi agar memilih salah satu duo Budi itu terus menerus bergema. PDIP jelas sangat berkepentingan menjadikan Budi Gunawan menjadi Kapolri. Jika Jokowi enggan memilih Budi Gunawan, maka skenario keduanya adalah PDIP menginginkan Jokowi memilih Budi Waseso yang dikenal sangat dekat dengan Budi Gunawan. Jika dua Budi menjabat sebagai Trunojo 1 dan 2, panggilan untuk Kapolri dan Wakapolri, maka dapat dipastikan kepentingan PDIP tetap terjaga ke depannya.
Di internal Polri, para pendukung Budi Gunawan plus Budi Waseso terus berharap agar salah satu dari duo Budi itu menjadi Kapolri. Maka ketika Jokowi berencana memperpanjang jabatan Badrodin Haiti sebagai Kapolri, penolakan di internal Polri menguat. Pun para anggota DPR terutama dari PDIP terus membentuk opini bahwa perpanjangan jabatan Badrodin itu tidak sesui dengan roh internal Polri. Tujuannya tidak lain adalah agar Duo Budi terus memegang pucuk pimpinan Polri. Sumber: The Jakarta Post [/caption] Akan tetapi Presiden Jokowi bukanlah anak bawang kemarin sore. Berkat konsolidasi strategisnya yang dilakukan sejak Juni 2015, kini Jokowi benar-benar the real president . Kekuatan yang ada di belakang Jokowi, jauh lebih hebat dari kekuatan partai manapun di republik ini. TNI jelas ada di belakang Jokowi. BIN, menjadi kekuatan senyap yang siap melumat musuh-musuh Presiden Jokowi. Golkar, PPP, PKB, PAN, Nasdem, Hanura siap mendukung apapun pilihan Presiden Jokowi. Kekuatan lima partai ini sudah cukup melawan keinginan PDIP. Sementara itu Gerinda, PKS dan Demokrat hanya pengikut maunya Golkar.