Kolom Asaaro Lahagu: Ketika Ahok “bercinta Politik” Dengan Mega,
Ahok dan Mega adalah dua sejoli yang sedang asyik bercinta politik sekarang ini. Ahok ibarat pemuda gagah yang kadar cintanya membara. Ia terus menerus mengumbar cintanya dan mempertotonkan kemesraan cinta itu kepada publik. Ibarat sinetron, kisah cinta politik Ahok-Mega menjadi tontonan yang menarik, mencemaskan, menggemaskan dan membuat pemirsa penasaran. Apa akhir kisah cinta politik kedua sejoli ini? Apakah Mega akan mendukung Ahok yang pernah ke lain hati? Ataukah akhirnya mereka akan pisah jalan?
Publik mencatat, walaupun Ahok sosok pemarah yang meledak-ledak, namun tak sekalipun dia menyinggung, menghina apalagi menyerang pribadi Mega. Ahok terus mempertahankan level kedekatannya dengan Mega di depan publik. Ahok tak berhenti menggoda, menyanjung dan memuji pribadi Mega sebagai sosok panutan politiknya.
Pujian Ahok kepada Mega mengalir deras. Pada setiap kesempatan, Ahok selalu mengatakan bahwa ia sangat sayang kepada Mega. Mega adalah sosok ibu penyayang dalam karir politiknya. Bahkan Ahok tanpa malu-malu mengatakan bahwa ia tak mungkin meninggalkan Mega. Mega adalah jantung politiknya. Tanpa Mega kehidupan politik Ahok hambar, hampa dan tak berarti.
Menariknya, cinta politik Ahok tidak bertepuk sebelah tangan. Ada respon mengganas dari Mega. Pilkada DKI 2012 lalu adalah bukti nyata kisah cinta Ahok-Mega. Pada last minute, Mega menyatakan cinta kilatnya kepada Ahok. Ahok yang ada waktu itu masih anggota DPR dari partai Golkar, ibarat disambar halilintar tak percaya lamaran kilat Mega. Hasilnya, insting politik Mega berhasil mengorbitkan Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi. Selanjutnya cinta politik Mega kepada Ahok terus terjaga mesra di tengah badai hempasan politik DPRD DKI. Ketika Lulung, Taufik dan Prasetio berkolaborasi menjegal Ahok untuk tidak dilantik menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi yang telah menjadi Presiden, cinta Mega terus menggebu membela Ahok. Mega pun meminta Jokowi untuk melantik Ahok dan berhasil menduduki kursi panas Gubernur DKI. Ketika DPRD DKI satu suara untuk meng-impeachment Ahok, sekali lagi cinta Mega datang membela. Ahok pun tetap gagah perkasa menjadi DKI-1 hingga detik ini.