Kolom Asaaro Lahagu: Ketika Ahok Cerdik Seperti Ular, Tulus
Di saat bersamaan Ahok terus melempar politik jilat bahwa dia dengan Megawati sangat bersahabat. Ahok terus melempar pancingan bahwa Megawati akan mendukungnya. Bahkan untuk membuat para lawan politiknya muntah-muntah, Ahok terus mempertontokan asyiknya kemesraaan cinta segitiga Jokowi-Ahok-Mega. Puncaknya Ahok melempar cerita sinetron bahwa Djarot adalah cinta lamanya yang kembali bersemi setelah cerai manis sementara. Alhasil taktik Ahok itu berbuah spanduk Ahok-Djarot bermunculan di berbagai tempat. Internal PDIP pun terbelah dan meminta Ahok sambil memelas kembali ke kandang dan akan diusung oleh PDIP. Pun para elit PDIP lain terus-menerus meminta Ahok melakukan tobat politik agar PDIP dapat mengusungnya. Tetapi bukan Ahok namanya. Politik cerdik ularnya kembali bermain. Ia langsung memerintahkan pencopotan spanduk Ahok-Djarot dan tetap mengatakan bahwa ia maju lewat jalur independen untuk kembali menyemangati spirit Teman Ahok. Inilah politik tarik ulur Ahok untuk memancing Golkar masuk. Dan ternyata itulah yang terjadi.