Kolom Asaaro Lahagu: Menuju Pilpres 2019, Jokowi Lantik Tito
Penunjukkan Tito sebagai Kapolri baru membuat kekuatan inti Jokowi bertambah kuat. Sosok hebat Gatot Nurmantyo, Luhut Panjaitan dan disempurnakan oleh Tito Karnavian plus Gories Mere dan Diaz Hendropriyoni, akan menjadi kekuatan sempurna dalam mematikan kawan dan lawan politik Jokowi. Publik mungkin sudah mati rasa atau dininabobokan bahwa lawan-lawan politik Jokowi pada akhir 2016 ini, sudah kocar-kacir. Namun itu adalah persepsi salah. Musuh Jokowi masih berjibun di berbagai lini.
Benar bahwa kawan politik Jokowi dari KIH dengan aktor PDIP dan lawan politiknya dari KMP sudah dikendalikan. Namun itu di permukaan saja. Ibarat gunung es di permukaan laut, PDIP dan Golkar akan sewaktu-waktu muncul meletup merongrong pemerintahan Jokowi. PDIP bisa berubah menjadi musuh dalam selimut dan Golkar bisa menjadi pengkhianat alias Brutus di pemerintahan dan DPR. Ini jelas berbahaya bagi pemerintahan Jokowi.
Selain itu, lawan-lawan politik mematikan Jokowi datang dari Bandar Narkoba. Gebrakan Budi Waseso yang membabat habis Bandar Narkoba telah membuat oknum-oknum militer dan polisi yang selama ini ikut bermain dengan Bandar Narkoba, semakin terdesak. Perintah Jokowi untuk menghabisi Bandar Narkoba (kalau ada dasar hukum maunya ditembak mati), telah membuat Bandar Narkoba menyusun kekuatan secara diam-diam. Tito Karnavian[/caption] Ada kemungkinan keterlibatan oknum Paspampres yang membeli 21 senjata illegal dari Amerika Serikat punya misi sangat rahasia. Bisa jadi, itu adalah pesanan para Bandar Narkoba, atau bisa terselip skenario khusus untuk melenyapkan Presiden Jokowi. Fakta sejarah mengingatkan kita bahwa para pengawal pribadi Presiden bisa berubah menjadi pengkhianat.
Sosok yang dibutuhkan Jokowi itu ada dalam diri Tito Karnavian. Kinerja hebat Tito saat Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya dan kepala BNPT telah membuat Jokowi mengambil resiko kemungkinan adanya gejolak di internal Polri ketika Jokowi lebih memilih Tito. Tito diketahui melangkahi empat angkatan di kepolisian untuk melompat menjadi Kapolri. Gories Mere[/caption] Dengan pelantikan Tito itu, maka ke depan Jokowi akan (1) membungkam mulut besar para elit PDIP, (2) mulut besar nan pongah Fadli Zon yang disokong Fahri Hamzah di DPR yang terus menggonggong, (3) menyikat para Bandar Narkoba sekaligus mendapat informasi lewat Goris Mere, yang sudah kenyang pengalaman di BNN dan BNPT, (4) merancang pembubaran ormas-ormas radikal berbaju agama, (5) menyikat para mafia pajak dan mensukseskan program Tax Amnesty, dan (6) mengamankan Ahok di DKI Jakarta dari rongrongan para politikus busuk di Pilkada 2017 mendatang.