Kolom Asaaro Lahagu: Penghormatan Haru Untuk Bang
Saya terkejut lho, Bang Yusril. Tadinya kopi yang mau saya seruput, tumpah di celana pendek micky kitty saya saking harunya. Lho kog Bang Yusril gagal jadi Cagub? Jutaan pertanyaan terngiang-ngiang di telinga saya pagi ini. Bukankah Bang Yusril sudah melamar ke semua partai? Bukankah sederet partai mulai dari PDIP, Golkar, Demokrat, Gerinda, PKB, PAN, PPP dan PKS sudah didatangi? Bukankah Bang Yusril sudah ikut fit and proper test itu?
Soal fit and proper test itu, saya yakin Bang Yusril, luluslah. Soalnya nama besar Bang Yusril sebagai Ketua Umum PBB telah dikenal di seantero negeri ini. Apalagi jumlah pemilih PBB pada Pemilu tahun 2014 lalu tembus 1,2 juta suara. Itu sungguh luar biasa lho Bang Yusril. Itu lebih banyak dari jumlah KTP yang berhasil dikumpulkan oleh Teman Ahok dulunya. Coba kalau pemilih PBB itu disuruh pindah ke Jakarta dan tinggal di Pasar Ikan Luar Batang, bisa lho dengan mudah suaranya dimobilisasi hehe.
Kalau Bang Yusril disebut gagal jadi Cagub karena kurang pengalaman seperti si Agus Harimurti itu, saya tidak setujulah, Bang. Bang Yusril kan sangat kaya pengalaman di pentas politik dan pemerintahan di negeri ini. Kalau tidak salah, Bang Yusril sudah 3 kali menjadi menteri di 3 era presiden. Luar biasa ya, Bang. Pengalamannya kalau ditulis bisa berjilid-jilid dari A-Z.
Saya juga haru lho, Bang Yusril. Kapasitas Bang Yusril kan nasional, kok rela turun ke daerah dan mau menjadi Cagub? Mimpi menjadi RI-1 tidak mudah ya, Bang. Jadi, mencoba keberuntungan lewat pintu DKI-1. Saya paham Bang Yusril. Tapi Pilpres 2019 tidak gampang lho. Jokowi yang menurut Bang Yusril hanya kapasitas wali kota tidak pantas menjadi Presiden, sukses memporak-poraknda KMP, lho Bang. Hingga sekarang sudah menghukum mati sejumlah bandar Narkoba dan menenggelamkan hampir 1000 kapal asing. Ngeri lho Bang, Jokowi itu.