Kolom Asaaro Lahagu: Prediksi Lawan Jokowi Lengser Bulan Oktober,
Namun, apa yang terjadi pada bulan Oktober 2015? Prediksi oposisi bahwa Jokowi lengser, akhirnya terbukti. Namun bukan lengser benaran tetapi justru lengser dari posisinya yang sudah di ujung tanduk. Ketika memasuki bulan Oktober 2015, dengan cepat Rupiah menguat di posisi terkuatnya Rp. 13.200 per dollar Amerika. Penguatan Rupiah diiringi juga penguatan perekonomian yang mulai membaik. Jokowi akhirnya berhasil lengser dari posisinya sebagai Presiden yang gagal menstabilkan Rupiah.
Di bulan yang sama yakni Juli-September 2016 ini, pesimistis Jusuf Kalla dan Gubernur BI, Agus Martowardojo, bahwa Jokowi akan dicap sebagai “Presiden Tax Amnesty” yang gagal di dunia, akhirnya terbukti lagi. Jokowi berhasil lengser dari posisi Presiden Tax Amnesty yang gagal menjadi satu-satunya Presiden di dunia yang tersukses dalam program Tax Amnesty.
Suksesnya program Tax Amnesty, tidak lepas dari dukungan penuh Menkeu Sri Mulyani. Sebelumnya Jokowi terlihat sebagai orang satu-satunya yang terus optimis pada program Tax Amnesty itu. Anggota DPR, pihak oposisi, para menteri, bahkan wakilnya Jusuf Kalla dan Gubernur BI era SBY, Agus Martowardojo, terus pesimis terkait program Tax Amnesty itu. Akan tetapi, walaupun hanya sendirian, Jokowi terus tegar dan optimis. Jokowi kemudian beruntung. Berkat masuknya Sri Mulyani, program Tax Amnesty akhirnya membahana.
Prediksi lengsernya Jokowi dari posisinya sebagai Presiden sebenarnya sudah beberapa kali diramalkan oleh berbagai pihak. Ditilik dari belakang, maka bisa dilihat ramalan-ramalan berbagai pihak yang memprediksi bahwa Jokowi akan lengser dari posisinya. Prediksi elit PDIP Effendi Simbolan bahwa Jokowi akan jatuh paling lama tiga bulan, sejak ia berkuasa, akhirnya terbukti. Setelah tiga bulan, Jokowi yang pada awalnya divonis tak memiliki kekuatan dan akan dengan mudahnya dijatuhkan oleh Koalisi Merah Putih, terbukti mampu lengser dari posisi lemahnya. Kini Jokowi telah lengser dari posisi di dasar klasemen menjadi pemuncak klasemen politik di negeri ini. Faktanya, Ical lengser dari Ketum Golkar, Novanto lengser dari Ketua DPR, Anis Matta, Hatta Rajasa, Surya Dharma Ali, masing-masing lengser dari ketum partainya. Prediksi Jusuf Kalla bahwa ia akan mampu mendikte Jokowi dalam waktu tiga bulan akhirnya juga terbukti. Skenario Jusuf Kalla bersama Sudirman Said untuk mencoba mendikte Jokowi terkait Freeport kini terbukti. Kini Jokowi membuktikan bahwa ia kini telah lengser dari sosok yang mudah didikte menjadi sosok berkepala batu, pantang menyerah, dan setegar batu karang. Faktanya, Sudirman Said lengser dari kursi menteri, Jusuf Kalla lengser dari kursi The Real President.