Kolom Asaaro Lahagu: Sisa Harapan Jokowi Atas Ahok Dan
Blunder Ahok yang menyerempet Surat Al-Maidah ayat 51, jelas telah membuat kubu hijau mendapat angin. Kubu hijau adalah mereka yang menamakan diri FPI, HTI, HMI, kaum Islam konservatif, militan dan fundamentalis. Mereka ini mendapat dukungan dari MUI ketika berhadapan dengan Ahok. Seakan mendapat musuh bersama, kubu hijau bergandeng tangan untuk menyerang bersama.
Saat kubu hijau bereaksi, kubu biru (kubu partai biru), langsung nimbrung. Kesempatan memancing di air keruh sangat menggiurkan kubu biru. Terbentuklah kekuatan baru yang membahana seperti terlihat pada demo 4 November. Arah demo itu terang bukan hanya saja tertuju kepada Ahok, tetapi juga kepada Jokowi. Tembakan jarak pendek mengarah ke Ahok, tembakan jarak jauh mengarah ke Jokowi. Mimpinya jelas: menumbangkan Ahok sekaligus Jokowi. Lalu republik ini kemudian digenggam oleh kubu biru-hijau, untuk kemudian diubah menjadi negara mafia berbaju agama.
Jelas situasi itu membuat Jokowi dipaksa melakukan konsolidasi kekuatan. Selama 2 minggu, ia bolak-balik ke sana ke mari. Energi yang seharusnya digunakan untuk kerja, terpaksa dihabiskan menghadapi ambisi makar lawan-lawannya. Tidak cukup sampai di situ, Ahok pun dikorbankan menjadi tersangka. Ahok kemudian dibiarkan berjuang sendiri, membebaskan dirinya sendiri dan bertarung sendiri. Jokowi cuci tangan. Ahok tersangka.
Sematan tersangka pada diri Ahok jelas tidak mudah dipulihkan. Butuh perjuangan all out dari pihak Ahok untuk keluar dari predikat itu. Namun, di sinilah Jokowi mempunyai secercah harapan. Sebagai orang yang paling klop dengannya di DKI, Jokowi jelas menaruh sisa harapan pada Ahok. Apa saja sisa harapan Jokowi itu?
Jokowi jelas menaruh harapan pada nalar masyarakat Jakarta. Jika ternyata publik Jakarta masih menginginkan Ahok di DKI, maka mereka akan berbondong-bondong memilihnya pada Pilkada mendatang. Bisa jadi Ahok menang satu putaran. Nah itulah harapannya. Jika Ahok menang satu putaran, maka hal itu akan membungkam lawan-lawan Ahok selama ini. Sinyal untuk itu terlihat di rumah Lembang. Dukungan deras dari berbagai pihak masih terus mengalir kepada Ahok. Ke dua , Jokowi berharap agar para penegak hukum berlaku seadil-adilnya bagi Ahok. Apakah dapat dibuktikan bahwa Ahok telah menista agama atau hanya tuduhan yang dialamatkan kepadanya? Jokowi jelas mengharapkan agar Ahok dapat bertarung fair di pengadilan dan mampu membuktikan dirinya tidak bersalah atas tuduhan penistaan agama itu. Dengan demikian tanpa intervensi Jokowi, Ahok bebas dari segala tuduhan. Itulah sisa harapan Jokowi yang ke dua. Ia mengharapkan Ahok mampu membebaskan dirinya lewat pertarungan di pengadilan.