Kolom Asaaro Lahagu: Sjafrie, Yusril Dan Operasi Penjegalan
Jika usaha Sjafrie tergolong santai namun tetap dipilih oleh Gerinda dengan pertimbangan insting militer Prabowo bahwa Jakarta lebih cocok dipimpin oleh militer, maka sebaliknya usaha keras Yusril tak membuahkan hasil. Yusril terlihat all-out mengeluarkan segala sumber dayanya untuk memikat hati partai. Usaha menggebu Yusril itu mulai terlihat ketika Ahok secara resmi maju dari jalur independen. Sejak saat itu, semangat Yusril terus bergelora dan panas membara. Yusril percaya bahwa jalur independen yang dipilih Ahok sangat berat dan itu memberinya peluang besar untuk menantang Ahok dengan cara merangkum semua partai politik. Yusril pun terus melempar persepsi bahwa Ahok akan kalah jika head to head atau satu lawan satu dengan dirinya.
Usaha yang telah dilakukan Yusril pun bisa dibilang luar biasa. Ia melakukan berbagai cara untuk menebar pesona dan bermanis-manis dengan para ketua partai. Yusril yang tak punya kekuatan apa-apa di Jakarta, memang membuatnya harus berusaha ekstra untuk mengetuk setiap pintu partai. Yusril yang seorang profesor hukum kenamaan, ketua umum PBB, bak sudah putus urat malunya, terus bergerilya mendekati semua partai, melamar setiap partai agar dirinya mau diusung. Ahok bersalaman dengan Walikota Rotterdam Abouthaleb[/caption] Demi mengerek elektabilitasnya, Yusril terus melawan apapun kebijakan yang dilakukan Ahok. Contoh terakhir adalah penertiban Luar Batang, Yusril terus hadir di tengah-tengah korban penggusuran dan melawan Ahok dengan dalil-dalil hukum. Ketika Ahok mau memutuskan kontrak PT Godang Tua, terkait pengelolaan sampah Jakarta di Bantar Gebang, Yusril pun hadir di sana melawan Ahok. Usaha itu tidak lain bertujuan agar namanya di media terus dimunculkan menyaingi popularitas Ahok.
Tentu saja yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa hampir semua partai yang dilamar Yusril selama dua bulan belakangan ini memberi angin segar alias janji gombal kepadanya bahwa dia kemungkinan akan diusung? Ahok disambut ibu-ibu asal Indonesia di Bandara Schiphol, Belanda.[/caption]