Kolom Asaaro Lahagu: Yusril Terus Nebeng Ahok, Susi Dan
Ketika Ahok mau menggusur lahan Luar Batang untuk dijadikan lahan terbuka hijau, Yusril datang membela warga melawan Pemprov DKI Jakarta yang dikomandoi Ahok. Hebatnya Yusril ikut memperkeruh suasana dengan melontarkan isu negatif. Yusril mengatakan bahwa Ahok berencana menggusur Mesjid Jami, Kampung Luar Batang, Penjaringan Jakarta Utara. Padahal Ahok justru berencana mempercantik Mesjid Jami yang ada di Luar Batang itu. Ahok hanya menggusur lahan yang ada di sekitar Luar Batang dan bukan mesjidnya. Yusril pun disorot media, mukanya tetap eksis di televisi.
Sebelumnya, ketika Ahok mau mengambil alih pengelolaan tempat sampah Bantar Gebang dari PT Godang Tua Jaya, lagi-lagi Yusril datang menjadi pembela alias pengacara PT Godang Tua Jaya. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa TPST Bantar Gebang terindikasi merugikan negara, wanprestasi alias tidak mampu memenuhi target mendaur ulang sampah menjadi pupuk dan mengkonversi gas metan menjadi energi listrik dan karbon. Atas dasar itulah Ahok mau memutuskan kontrak kerja sama dengan PT Godang Tua. Momen itu dimanfaatkan Yusril untuk membela Godang Tua. Ia pun disorot oleh media. Wajahnya pun terus eksis di media bagai selebritis. Yusril bersama Haji Lulung[/caption] Terkait menteri yang hanya lulusan SMP, Yusril terhentak melihat tingkat kepopuleran hebat Menteri Susi Pudjiastuti yang mengungguli dirinya yang sudah Profesor. Yusril pun terus menunggu saat yang tepat untuk nebeng pada popularitas Menteri Susi. Nah waktu yang tepat pun datang menghampirinya. Pada tanggal 13 Agustus 2015 lalu, Kapal Silver Sea II ditangkap oleh KKP bersama TNI karena dianggap melakukan illegal transshipment. Namun Yotin Kuarabiab, pemilik Kapal Motor atau Motor Vessel (MV) Silver Sea II, melakukan perlawanan. Bersama Yusril yang disewa sebagai pengacara, Yotin Kuarabiab mengajukan somasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hasilnya, Yusril pun lagi-lagi disorot oleh media. Wajahnya pun tetap eksis di televisi.
Ditilik ke belakang, di era SBY, sepak terjang Yusril untuk mendongkrak popularitasnya sungguh sangat luar biasa. Ia terus melawan pemerintah dengan melakukan berbagai gugatan. Total Yusril lebih tujuh kali menang melawan pemerintah. Jika diibaratkan pertandingan bola, kemenangan 7-0 gugatan Yusril atas pemerintah bukan saja sebuah kemenangan telak, namun juga kemenangan tanpa perlawanan. Bahkan Yusril yang pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus Sisminbakum, karena kelihaiannya membaca celah hukum, Yusril berhasil membuat Kejaksaan Agung mengeluarkan SP3 atas kasusnya. Yusril pun terus menjadi sorotan media.