Kolom Benny Surbakti: Pegawai Juga
Saya tidak yakin aparatur negara akan berubah hanya dengan slogan dan teriakan. Menurut saya, permasalahannya adalah SISTEM; baik sistem perekrutan pegawai maupun pola pembinaannya. Meskipun perekrutannya baik, jika cara pembinaannya salah maka hasilnya juga tidak akan baik. Demikian sebaliknya. Di awal Kemerdekaan RI, pemerintah transisi belum memiliki aparatur negara yang lengkap, sehingga perekrutannya dengan cara sederhana. Ada yang diangkat langsung menjadi pemimpin atau komandan, ada pula yang diangkat menjadi anak buah tanpa melihat latar belakang pendidikan ataupun kemampuan. Mungkin hanya karena hubungan emosional. Ada yang diangkat menjadi kopral dan ada yang langsung menjadi mayor, dsb. Pada awal Kemerdekaan, yang serba tergesa-gesa, hal tersebut dapat dimaklumi. Akan tetapi, ternyata hal tersebut masih berjalan hingga saat ini. Perbedaannya adalah didirikannya sekolah-sekolah calon pemimpin seperti STPDN, AKPOL, AKMIL dan lain sebagainya.
Kembali ke lap top. Lalu apa hubungannya dengan kinerja aparatur negara? //