Kolom Darwono Tuan Guru: Ahok Dibesarkan Oleh
Untunglah, catatan penulis tentang hal itu rupanya cukup mendapat respon, dan kita dapat melihat, di media massa kampanye dari kompetitor Ahok yang berupa sentimen-sentimen primordial sudah berkurang. Kita dapat melihat perkembangan posisi Ahok sendiri yang sudah berkurang kuya-kuyanya, berkurang pula simpatik yang diberikan kepadanya. Manuver Ahok datang ke peluncuran buku Megawati yang konon sebenarnya Ahok tidak diundang, justru mendapat tanggapan kurang mengenakkan. Ahok dan Megawati (tengah) saat menerima buku Megawati di acara peluncuran buku itu . Foto: Tribune Nasional .[/caption]
Di masyarakat umum, yang berkembang adalah isue bahwa Ahok sukses, tegas, anti korupsi dan pemimpin masa depan. Kompetitor harus menggarap kotra isue itu dengan rapih dah strategis. Tunjukan sukses di mana. Sebagai misal, sukses menertibkan DAS dari pemukiman kumuh yang menyebabkan banjir, itu iya, tetapi apakah Ahok melakukan pemberesan bangunan mewah yang menempati daerah resapan (termasuk rumahnya di PIK) sebagai bagian dari penyebab banjir? Tentang Anti korupsi, yang Ahok lakukan hingga memanggil para pelajar ke Balaikota, apakah benar Anti Korupsi itu monopoli Ahok? Bukankah itu adalah tuntutan Reformasi dan waktu itu Ahok juga ada di Golkar?