Kolom Darwono Tuan Guru: Ahok Jilat Ludah Sendiri Karena
Di mana aturan main, mekanisme dan hakekat partai itu terkait dengan komitmen terhadap kader dan dengan komponen eksternnya? Kita tentu tentu dapat mencari jawabnya dalam AD/ ART dan Garis Perjuangan Partai, namun jawaban mudahnya dapat kita ungkapkan dengan tidak melihat acuan itu. Mendukung Ahok rupanya lebih penting dibanding menjaga sinergi Kader dan partai Politik itu. Kita tidak tahu alasan pastinya mengapa oknum-oknum partai itu lebih memilih mendukung Ahok dari pada menjaga keutuhan partai dengan mundurnya para kader yang sudah loyal untuk membesarkannya. Namun, logika umum bisa dikedepankan. Paling memungkinkan adalah adanya keuntungan yanag lebih menggiurkan dengan mendukung Ahok. Keuntungan apa? Seperti kita mahfumi bahwa Ahok maju melalui jalur per seorangan dengan didukung oleh para cukong. Hal ini sudah bukan menjadi rahasia lagi. Awalnya Ahok begitu yakin dengan dukungan itu yang dimainkan oleh kelompok yang disebut Perkumpulan Teman Ahok, yang kita bisa melihat kredibilitasnya melalui berbagai publikasi dan situs resminya. Kingintahuan berbagai pihak akan apa sesungguhnya yang terjadi dengan Ahok yang begitu yakin dengan Teman Ahok. Ini mengakibatkan banyak pihak mencari tahu apa sesungguhnya yang terjadi dengan pecalonan Ahok, yang terkesan "menyepelekan peran partai politik", yang sesungguhnya telah membesarkan Ahok sendiri.