Kolom Darwono Tuan Guru: Ahok Tinggalkan Partai, Deal Dengan — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Darwono Tuan Guru: Ahok Tinggalkan Partai, Deal Dengan

Berita terkini Kolom ·
//

Ahok, mengakui telah menerima sumbangan uang saksi sebesar Rp. 4,5 milyar dari perusahaan-perusahaan ABC Group. Yang kemudian diserahkan kepada Perkumpulan Teman Ahok yang dijadikan "Etalase" kampanye Ahok. Bagaimana dengan dana kampanye? Uang capai, dll?

Ada kemungkinan dana-dana untuk kebutuhan lain, tetap mengandalkan dana hasil deal-deal dengan para cukong/ taipan/ pengusaha dengan berbagai konsekuensinya. Sudah barang tentu mereka yang menyumbang atas nama perusahaan atau perorangan lewat "Partai Teman Ahok" akan diatur sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan resiko hukum. Kekurangannya atau berbagai kebutuhan lain akan dialirkan melalui mekanisme "relawan" sehingga terkesan swadana masyarakat. Namun, dari pengakuan Ahok menunjukan bahwa rupanya prediksi penulis tentang keuangan "Partai Teman Ahok" tepat, bahwa dana melimpah ke Partai Teman Ahok, pasti ada para cukong yang membakinginya. Siapakah para cukang itu? Melalui pengakuan Ahok bisa dikatakan salah satunya adalah ABC Group. Siapa lagi? Kita bisa lihat nantinya. Tetapi kelihatannya memang akal-akalan Ahok memasang "Relawan Perkumpulan Teman Ahok" yang terdiri dari para ABG Culun unuk menarik simpati dan memperdaya pemilih pemula. Tidak ada makan siang gratis, Ahok rupanya lebih memilih deal-deal dengan para cukong/ taipan dari pada dengan idealisme partai politik. Memang deal-deal Ahok menjadi tidak terkontrol oleh partai dan kadernya (rakyat). Benar apa yang dikatakan oleh Bu Risma. langkah memilih jalur independen (tepatnya jalur non partai) menunjukan ambisi berkuasa.

Oleh karena itu, pada ahirnya rakyat harus memilih, apakah memiih yang memiliki idealisme partai (idealisme partai tidak boleh melanggar UUD 1945 dan Pancasila) atau memilih calon yang deal-dealnya dengan para cukong/ taipan. yang sudah barang tentu idiologinya adalah meraih keuntungan sebesar-besarnya (yang nanti dilegalkan), dimana bagi mereka tidak ada makan siang gratis.

Rakyat yang cerdas tidak akan salah pilih, tetapi bagi mereka yang tidak kritis, maka tidak memahami "udang di balik peyek itu". Penulis semakin yakin dengan analisa penulis, bahwa para cukong/ taipan memilih deal dengan Ahok karena tekad Ahok menciptakan Jakarta sebagai Singapura sudah tentu dengan segala konsekuensinya yang sangat menarik bagi pemilik modal. Ada apa dengan semua itu ? Wallahu a'lam bishowab! //