Kolom Darwono Tuan Guru: Dahsyatnya Panama
ICIJ mengatakan semua data dalam 11,5 juta dokumen itu tidak serta merta menjadikan mereka melanggar hukum. Diantara nama perusahaan yang ada, nama perusahaan nasional terkenal seperti Pertamina, Astra International, Lippo, Agung Podomoro, Agung Sedayu, Rabobank International dan juga J-Co Donuts & Coffee. Daftar nama tersebut ada dalam data bocoran dari sumber tak dikenal pada surat kabar Sueddeutsche Zeitung. Sementara itu, dari semua daftar, klien Mossack Fonsecas termasuk pelaku kriminal dan anggota beragam kelompok mafia. Dokumen juga mengupas skandal korupsi kepala negara dan pemerintahan.
"Seorang sumber anonim menghubungi Süddeutsche Zeitung (SZ) dan memasukan dokumen internal transkripsi dari Mossack Fonseca, sebuah firma hukum Panama yang menjual perusahaan lepas pantai anomim di seluruh dunia," katanya. Setelah diikuti dalam waktu berbulan-bulan, jumlah dokumen terus menerus meningkat hingga melebihi bocoran asli. SZ mengumpulkan sekitar 2,6 Tb data, menjadikannya bocoran terbesar yang pernah dikerjakan jurnalis. Menurut SZ, sumber tidak berharap apapun, baik kompensasi finansial atau pun lainnya, kecuali sejumlah pengamanan. Dikarenakan begitu banyaknya jumlah data, SZ memutuskan untuk menganalis data melalui kerjasama dengan ICIJ. Dalam satu tahun terakhir, sekitar 400 jurnalis dari lebih dari 100 media di 80 negara ambil bagian dalam penelitian atas dokumen. Termasuk Guardian, BBC, Le Monde, La Nacion, NDR dan WDR. Pengampunan Pajak di Indonesia[/one_fourth]