Kolom Darwono Tuan Guru: Kartini Dan Pendidikan
Bagi Sang Penyuluh Budi, RA Kartini, konsep kecerdasan bukanlah kecerdasan dalam makna IQ belaka. Surat itu menunjukan bahwa RA Kartini adalah seorang yang konsern dengan kecerdasan holistik. Apa yang disampaikan oleh Kartini tersebut sekitar 1 abad kemudian menjadi terbukti sebagaimana kita bisa mendapatkan buktinya pada hasil penelitian terhadap World TOP 500.
Kartini mencita-citakan bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan karakter unggul yang mungkin diperoleh dengan belajar dari bangsa lain. Foto: ITA APULINA TARIGAN.[/caption] Kebanggaan, kesadaran dan pemahaman Kartini sabagai anak bangsa akan kebaikan bangsa sendiri jelas terlihat pada pernyataannya berikut: “Banyak sekali sifat yang baik pada bangsa saya. Banyak sekali keindahan di dalam kepercayaannya yang menarik dan kekanak-kanakan. Barangkali kedengarannya aneh, namun walaupun demikian, hal itu adalah suatu kenyataan. Kalian Bangsa Eropah telah mengajar saya mencintai tanah air dan bangsa saya sendiri. Pendidikan Eropah justru mendekatkan kami kepada bangsa kami dan tidak menjauhkannya. Membuka mata dan hati kami untuk melihat keindahan tanah air dan bangsa. Dan juga keperluannya yang mendesak melihat tempat-tempat lukanya. Kami sangat mencintai negeri dan bangsa kami! Aduhai! Seandainya kami suatu ketika dapat berbuat sesuatu untuk membantu mendatangkan kebahagiaan bagi mereka, maka alangkah bahagia kami.”