Kolom Darwono Tuan Guru: Pasti Bisa (pembelajaran Berkarakter
Penekanan pada karakter Nusantara yang demikian dilandasi oleh kenyataan munculnya berbagai tragedi bangsa yang diakibatkan oleh tidak diterapkannya karakter unggul bangsa Indonesia. Ini adalah akibat pendidikan cenderung menyeret pada euphoria kebebasan berpendapat dan bersikap, tidak sepenuhnya sejalan dengan pesan-pesan luhur para pendiri bangsa. Fenomenanya tampak pada outcome pendidikan kita yang justru lebih “liberal” dari mereka yang hidup di negara liberal. Untuk pembentukan karakter bangsa dengan pembudayaan melalui interaksi pembelajaran antara murid dengan murid, murid dengan guru, bahkan antara guru dengan guru, melalui tulisan ini kami paparkan konsep Pembelajaran Berkarakter Nusantara. Ada 7 pilarnya yakni: Proaktif, Antuasias, Saintifik, Toleran, Inspiratif, Bijak dan Santun yang diakronimkan menjadi Pembelajaran PASTI BISA. Berikut garis besar prinsip-prinsip Pembelajaran PASTI BISA. 1. Proaktif[/one_fourth]
Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuwan lebih mengedepankan penalaran induktif ketimbang penalaran deduktif (deductive reasoning ). Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas.
1. petunjuk Tuhan yang timbul di hati
2. pikiran (angan-angan) yang timbul dari hati; bisikan hati
3. sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb)
Adapun inspiratif adalah kata sifat yang bermakna mengilhami. Guru yang inspiratif adalah guru yang dapat memberikan "Ilham" di hati peserta didik sehingga peserta didik dapat berubah menjadi lebih baik. Hal penting yang harus dilakukan seorang guru adalah bagaimana senantiasa berusaha menemukan pemantik dan penyulut spirit inspiratif. Dengan usaha yang dilakukan secara terus menerus, penuh semangat, dan dilandasi oleh keyakinan yang kokoh, maka spirit inspiratif akan dapat tetap terjaga secara stabil.