Kolom Darwono Tuan Guru: Teman Ahok, Siapa — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Darwono Tuan Guru: Teman Ahok, Siapa

Kolom Darwono Tuan Guru: Teman Ahok, Siapa
//

Pembicaraan Pilkada DKI, tidak lepas dengan pembicaraan Teman Ahok. Siapakah mereka? Pada profil pendiri tercantum 5 nama dengan keterangan singkat yang tak seragam mereka adalah:

1. Amalia Ayunintyas,, umur 23 tahun, Juru Bicara, Pekerjaan : ex Account Execurive Media cetak Nasional. 2. Aditya Yogi Prabowo, umur 24 tahun, pekerjaan marketng obat-obatan 3. Ricard Handris Purwasaputra, umur 23 tahun, pekerjaan Guru PPKn 4. Sinngih Widyastomo (singgih) umur 22 tahun pekerjaan tidak dicantumkan 5.Muhammad Fathony, umur 24 tahun, pekerjaan tidak dicantumkan. Dalam mukadimahnya dinyatakan : "Gerakan ini Bernama Teman Ahok". Laporan Keuangan Sementara sampai dengan 14 Agustus 2015 Total Pemasukan: 797.376.000,00 Total Pengeluaran: 762.978.864.00 Saldo : 34.197.136.00 Kami Belum menemukan struktur organisasi yang disebut sebagai "Gerakan ini akan bernama Perkumpulan Teman Ahok." Dilihat dari laporan keuangannya, dana ratusan juta itu sungguh mengagumkan. Siapakah pengucur dana sesungguhnya, atau siapakah sebenarnya di balik mereka berlima? Karena ini menyangkut perkumpulan dan menarik dana dari masyarakat yang jumlahnya cukup besar, apakah pengumpulan dana ini legal?

Bagaimanakah sesungguhnya idealisme kelima personal ini? Pertanyaan lebih lanjut, dimanakah posisi Ahok? Apakah semua ini disekenariokan agar "terkesan" sebuah gerakan relawan?

Dari mukadimah juga kita dapat melihat, bahwa upaya mengusung Ahok dari jalur non Partai memang sudah diancang-ancang. Dari mana mereka tahu kalau partai-partai tidak mau mengusung Ahok? Apakah itu semua sesungguhnya adalah Rekayasa Ahok? Lalu sekarang, Ahok memiih jalur non partai bersama Teman Ahok?

Apakah Ahok mencoba terus mencari simpati melalui teman Ahok dengan mengesankan partai Politik suka memarahinya?

Sebaiknya masyarakat yang akan mendukung pencalonan Ahok melalui Teman Ahok perlu mengkritisi terlebih dahulu. Hati-hati, jangan sampai kita mendukung gerakan yang tidak jelas. //