Kolom Darwono Tuan Guru: Vaksin Palsu Sikapi Dengan Logis
Bersikap logis, tentunya bersikap yang dilandasi oleh logos (ilmu) dalam hal ini imunologi. Ada baiknya membuka kembali tulisan kami berjudul "Vaksin palsu dan konsekuensi immunitasnya" di Kompasiana edisi 27 Juni 2016 atau Kolom kami sebelumnya (klik di SINI ). Dengan memahami mekanisme kerja vaksin dalam membentuk sistem kekebalan tubuh (imunitas) dapat disampaikan beberapa hal:
Ke dua, jika kita ikuti pemberitaan yang ada, yang mengungkapkan kecenderungan motif mencari untung melalui bisnis vaksin palsu, menurut hemat penulis produsen vaksin palsu menggunakan bahan untuk vaksinnya dari bahan yang murah meriah, plus tanpa menyebabkan dampak ekstrim, sehingga pemalsuan tidak terdeteksi karena munculnya dampak ekstrim paska vaksinasi. Produsen memeliki strategi bisnis jangka panjang, dengan pemilihan bahan yang tepat dapat menghasilkan keuntungan besar, dan dapat menjalankan bisnis ini dalam jangka waktu lama. Sekiranya produsen menggunakan bahan yang sembarangan, yang memungkinkan menimbulkan efek imunologis dan dampak kesehatan ektrim bagi pasien, maka tentu saja "terpantaunya" pemalsuan vaksin itu sudah dapat ditenggarai sejak lama.