Kolom Edi Sembiring: Kutang
Saat itu, dalam proyek pembangunan jalan raya pos Anyer - Panarukan, Belanda mempekerjakan budak perempuan dan laki-laki. Don Lopez, seorang pejabat Belanda, melihat budak perempuan bertelanjang dada. Dia kemudian memotong secarik kain putih dan memberikannya kepada salah seorang di antara mereka sembari berkata dalam bahasa Perancis: “Tutup bagian yang berharga (coutant ) itu.” Berkali-kali dia mengatakan “coutant.. coutant ” yang kemudian terdengar sebagai kutang oleh para pekerja.