Kolom Herlina Surbakti: Emosi Mempengaruhi Siswa/ Mahasiswa Dalam
“The Highly Effective Teaching model is a brain-compatible model grounded in the biology of learning, effective instructional strategies, and the development of conceptual curriculum. Formerly known as ITI (Integrated Thematic Instruction) and developed thirty years ago, the HET Model has been successfully replicated nationally in educational institutions serving rural, urban, and suburban communities. It includes proven strategies and methods for student learning, teaching and administrative management. Independent research has provided evidence of significant gains in student achievement using the Highly Effective Teaching Model.” Susan Kovalik
Atau, apakah kita sebagai guru-guru yang hanya mampu menciptakan reptil-reptil atau anak didik yang tahunya hanya menjalankan rutinitas, melakukan ritual dengan menghafal dan yang territorial, kompetitif “Ini aku punya!”? Selain itu, mereka juga reaksional seperti reptil karena mereka memang memakai bagian otak yang paling primitif yang disebut juga dengan batang otak. Mereka menolak perubahan dan tertutup akan ide-ide baru. Berdasarkan Pembelajaran yang ramah Susan Kovalik: Cortex: Berpikir Tingkat Tinggi
- Informasi dalam pengolahan, pemecahan masalah, imajinasi, penetapan tujuan, perencanaan, bekerja sama dengan orang lain
- Berorientasi pada Pertumbuhan. Berkembang pada perubahan dan tantangan
- Terbuka untuk ide-ide baru Limbic System: Emosi
- Gerbang menuju corteks terbuka melalui emosi positif seperti rasa sayang/ cinta, semangat, perhatian yang tinggi dan kepedulian
- Gerbang menuju cortex tertutup sebagai akibat dari emosi negatif seperti stress, takut, marah, perlawanan dan depressi. Brain Stem/Batang otak
- Rutinitas, ritual, hafalan-melakukan hal-hal dengan cara lama yang sama
- Pelindung teritorial, kompetitive- ini adalah milikku
- Reaktif tidak rasional. Bagian dari otak yang paling primitif
- Menolak perubahan. Tertutup akan ide-ide baru
// Dari keterangan di atas kebanyakan pendidikan tradisional kita di Indonesia baik orangtua maupun guru-guru masih mengajar dengan strategi-strategi yang menimbulkan emosi negatif. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau kebanyakan pemimpin kita sekarang ini yang territorial, kompetitf, reaktif tidak kreatif dan menolak perubahan! Online Reference: https://resources4teachers.wordpress.com/het-susan-kovalik/ http://www.slideshare.net/drburwell/brainbased-learning http://www.wakingtimes.com/2015/05/07/8-reptilian-traits-in-human-beings/ // //