Kolom Herlina Surbakti: Metode-metode Scl Dalam
Sebagian besar para guru di Indonesia masih mengajar dengan pendekatan tradisional. Oleh karena itu, sangat penting untuk melatih para guru untuk dapat mengajar menggunakan metode-metode SCL (Student Centered Learning). Hal ini akan menambah tingkat kenyamanan mereka dan membantu mereka mendapatkan kepercayaan diri mereka ketika mengajar di kelas masing-masing.
Sumber: The ERIC Review Vol. 6 Issue I Fall 1998.
10 siswa di kelas selalu diberi label paling cerdas dan yang 30 sisanya lebih bodoh. Mereka disebut sebagai 'bodoh' oleh pihak guru dan orangtua. (Di sekolah saya sebelumnya kata “BODOH” dianggap bahasa kotor dan dianggap tabu mengucapkannya). Dalam melakukan tindakan tersebut di atas kita telah mematikan motivasi para siswa untuk belajar. Biasanya sang juara kelas tersebut tetaplah menjadi juara sampai akhir pendidikannya kelak. Tetapi apakah kita sadar manusia juara yang kita hasilkan tersebut akan menjadi manusia yang tidak bisa bekerjasama, manusia yang menghalalkan segala cara untuk tetap menjadi juara kelas karena apabila suatu saat ada anak yang lebih pandai dari dia maka dia akan menjadi sangat tertekan?