Kolom Herlina Surbakti: Pendidikan Karakter Untuk
Suatu hari bersama anak-anak Desa Doulu (Dataran Tinggi Karo). Saya mulai dengan pertanyaan: “Siapakah yang mau menjadi orang yang sukses di kelas ini?” Semua anak mengacungkan tangan mereka. Kemudian saya tanya lagi: "Apakah kalian tahu bagaimana untuk mencapai sukses?” Serentak mereka menjawab: “Tidak, Miss Karo”.
Tahukah kalian caranya bagaimana menunjukkan kepedulian kepada orangtua?
"Tidak, Miss Karo," kata mereka.
“Senang, Miss Karo,” kata mereka. Kemudian, saya bertanya lagi apakah ada anak-anak menujukkan kepedulian kepada orangtua dengan cara yang lain? Semua anak laki-laki dan perempuan mengacungkan tangan mereka. Ketika saya tanya, mereka menjawab dengan jawaban yang mengagumkan. Saya biasanya mengajar anak-anak sekolah internasional yang tinggal di Jakarta, terdiri dari anak anak diplomat dan anak anak konglomerat. Ternyata anak-anak di lereng Gunungapi Sibayak ini, baik anak perempuan maupun laki-laki, sudah biasa bekerja di sawah dan ladang membantu orangtua.
Anak laki semuanya pemberani. Ketika secara kelompok saya meminta mereka untuk mempresentasikan pelajaran yang sedang dipelajari, anak-anak perempuan biasanya lebih pemalu. Tetapi, ketika saya katakan “MANUSIA PEMBERANI” adalah salah satu dari ciri-ciri manusia sukses mereka langsung memberanikan diri. Pengangkutan hasil pertanian (sayur-sayuran) dari Desa Doulu ke pasar terdekat (Berastagi) atau langsung ke Medan.[/caption] Mereka semua adalah anak-anak yang sangat expressif. Saya memang baru mengalami ini di desa dengan anak-anak desa Lembah Sibayak tetapi saya sangat yakin ini adalah karakter yang dimiliki oleh anak-anak desa di Dataran Tinggi. Kalau dibina dengan baik mereka akan menjadi pemuda-pemudi yang tangguh dan gigih, menjadi mampu untuk bertindak jujur dan dapat dipercaya.