Kolom Ita Apulina Tarigan: Kbb Adalah
Saya mengangguk-angguk saja, dalam hatiku di negeri yang penduduknya membaca buku rata-rata hanya 1 buku/ tahun, yang menganggap diskusi adalah bergantian berbicara, lomba kuat suara dan pilihan makian paling josss... maka.... saya maklum dia berbunyi begitu. Barangkali dia lupa, jaman Renaissance di Eropah sana tidak punya pemimpin, tapi gerakan itu bikin organisasi maha kuasa pontang panting. Banyak tokoh bermunculan di berbagai arena dengan medan juang sendiri-sendiri, tetapi tujuannya tetap satu: meninggalkan kegelapan.