Kolom Ita Apulina Tarigan: Nasib Sang
Secara leksikal artinya : "Jangan sedih, talas, kuali sudah penuh."
Seseorang yang hendak merebus keladi dan talas pasti akan mendahulukan keladi. Talas biasanya jadi alternatif terakhir. Apalagi kalau kuali yang dipakai untuk merebus sudah penuh, pasti talas tidak akan ikut di dalamnya. Bisa saja nanti talas juga direbus, tapi biasanya di penghabisan acara memasak atau karena memang tidak ada pilihan lain. Talas akan diingat kalau keladi memang sudah tidak ada lagi, atau keladi kurang dari cukup terpaksalah dicampur dengan talas. Kisah si talas ini, bukan cuma cerita di tungku dapur semata, tetapi menjadi pepatah karena memang dalam kehidupan sehari-hari kerap terjadi. Ada orang-orang yang nasibnya di-talas-kan, dianggap hanya sebagai pelengkap penderita. Jangan coba-coba buat luka si Keladi, bisa-bisa ukat (sendok nasi dari bambu) mampir di kepala.
Pendek kata, talas jangan berharap diperlakukan sama dengan Keladi!