Kolom Joni H. Tarigan: Setiap Anak Adalah
Ketika anak kami lahir,saya tidak menyaksikan bagaimana ia diambil dokter dari ibunya. Akan tetapi sampai anak kami berumur 3 tahun, saya mengamati bahwa kami tidak pernah menyuruh anak kami untuk belajar mengangkat kepalanya, kami juga tidak pernah menyuruhnya untuk tengkurap. Kami juga tidak pernah menyuruh anak kami merangkak. Kami juga tidak pernah menyuruh anak kami untuk berjalan. Kami hanya mengamati dan menjaga agar apapun yang dilakukan anak kami tidak akan mencederainya. Anak kami juga sudah bisa berbicara dengan baik, mengenal alam dan bahkan mengenal secuil tentang antariksa. Kampi tidak pernah memaksa anak tersebut untuk memahami segala sesuatu. Akan tetapi , menurut kesimpulan saya, setiap mahluk hidup terutama manusia terlahir dengan naluri untuk belajar. Tanpa ada suruhan dari siapapun setiap orang akan belajar sejak lahir.
Dalam text Inggeris Pablo Picasso menyatakan “Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once we grow” . Bagi saya dalam hal ini yang memiliki peran sangat penting dalam menentukan kegagalan seorang anak adalah orang-orang dewasa, khususnya orang tua. Dalam banyak keluarga banyak sekali larangan yang diberikan kepada soerang anak saat bayi sampai ia dewasa. Seorang anak tidak boleh memegan gelas kaca nanti takut jatuh dan pecah. Seorang anak tidak boleh mengupas salak sendiri nanti tersayat kulitnya dan juga takut bijinya tertelan. Seorang anak idak boleh main tanah, nanti kotor. Seorang anak tidak boleh main air, nanti masuk angin. Seorang anak tidak boleh naik sepeda nanti jauth. Seorang anak tidak boleh main bola nanti kakinya cedera.