Kolom Juara R. Ginting: Positive Thinking Tentang
Aku katakan, ini perkembangan sangat bagus.
Karena aku sudah sangat memahami pertanyaannya, aku langsung nyerocos seperti di ruang kuliah menjelaskan mengapa aku menanggapi positif perkembangan kibot saat itu. Penampilan Ketteng-ketteng Hutan Karo di acara Pembukaan Pameran Sumatra di Museum Etnologi Leiden dengan para personil: Juara R. Ginting (belobat), Longgena Ginting (ketteng-ketteng), Mangara Silalahi (ketteng-ketteng), Roga br Tarigan (penari), Toko Melati (penari), Nelly br Sembiring (vokalis). Acara ini dihadiri oleh kepala permuseuman Belanda dan juga Dirjen Sejarah dan Kepurbakalaan RI serta Kepala Museum Provisni Sumatera Utara.[/caption]
Apakah saya hanya berteori dan kebetulan saja teori saya benar?
Demikian juga dengan busana rabit dates . Saya memklumi bila di Indonesia orang-orang saat itu masih sungkan menampilkan busana yang terlihat agak sexy ini. Saya cobakan itu di Belanda untuk dikenakan oleh para penari TARTAR BINTANG. Ternyata, sekarang, rabit dates sangat digemari. Bahkan acara BKSO Permata GBKP di Jakarta sudah menggunakan abit dates di atas pentas. Sanggar Seni Sirulo dalam pembuatan film promosi pariwisata Kabupaten Deliserdang.[/caption] Awalnya, seperti rabit dates itu, kita itu dimaki-maki di media sosial. Dikatakan sebagai perusak moral Karo karena pakaiannya tidak sopan. Demikian juga langsung pernah terjadi ketika Sanggar kita nampil di Kerja Tahun Desa Munte dan Desa Sugihen Tahun 2010. Para aron setempat sudah melecehkan para penari kita sebagai penari penceng karena mengenakan abit dates . Saya pun ke atas pentas dan menangkap mikrofon. Lalu saya ajak para ibu-ibu dan tetua berdialog tentang masa muda mereka dulu. Saya panggilkan penari kita dan tanyakan apakah para ibu mengenali busana itu.
Semua tampilan adalah hasil olahan saya bersama adik-adik. Itukah koar-koar Dunia Maya? //
Udah berteori nggak bisa, beraksi malas, dia pula yang mau menjadi bos kita.