Kolom Lenny T. Tambun: Meliput Aksi Doa Bersama
Kalau aku sih liputan dengan modal nekad hahahahaha. Enggak ada bekal, enggak bawa air minum (karena pikir-pikir bisa beli lah di PKL), enggak pake baju nuansa Islami, malah pake celana jins, kaos hitam dan jaket merah putih (mentereng kan hahaha) plus lupa bawa pashmina untuk dijadikan kerudung.
Sebenarnya rada takut juga liputan Aksi 212, secara aku beragama Kristen dari media yang disoroti ama FPI sebagai medianya Ahok. Tapi, karena aku hanya prajurit yang menjalani tugas dari kumendan di kantor, oke aku jalani saja.
Karena opang (ojek pangkalan) langganan ga bisa nembus Monas, akhirnya aku berhenti di Jalan Abdul Muis. Dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki melewati Jalan Budi Kemulyaan. Melihat lautan massa yang bersalawat dan menyerukan takbir, bulu kudukku merinding melihat kemegahan persatuan saudara-saudaraku umat Islam. Rasa takut pun hilang, karena mereka yang mengagung-agungkan kebesaran Tuhannya pasti tidak akan sanggup menyakiti manusia lain. Karena udara sangat terik dan aku harus berjuang menembus Monas sambil mengetik berita laporan suasana aksi, aku kehausan. Cari-cari penjual air minum, kemudian ada bapak-bapak yang melihat aku sedang celingak celinguk cari air minum. Lalu bapak memakai peci putih menyodorkan sebotol air mineral kepadaku.
"Monas penuh," demikian kata massa.
Sejuk, damai dan tenang hati ini mendengarnya.
Demikian sekelumit kisah liputanku dalam Aksi 212, Aksi Bela Islam III. Salute to all of you!!