Kolom M.u. Ginting: 3 Ex Teroris Tentang Terorisme
Jumu, ex panglima jihad Maluku:
Mereka biasanya juga menjaga hubungan, tidak akan mau bersalaman dengan orang lain, sesama laki-laki sekali pun. Karena dianggap kafir. Akhir-akhir ini kita juga bisa menyaksikan perubahan yang jelas dalam dua organisasi Islam ini (NU, Muhamadiyah) yang menentang terorisme. Muhamadiyah terlihat dalam soal Siyono yang dengan bukti-bukti yang nyata menunjukkan kebohongan publik dari pihak polisi/ Densus.
Umar Patek, terpidana kasus Bom Bali I:
War may be hell for some but it is heaven for others in a war-dependent economy,” k ata Prof Jonathan Turley (bisa dilihat di SINI ).
Pengaruh kata-kata Jokowi-JK itu hebat sekali memang. Terlihat juga dari perubahan nama terorisme menjadi ’neo terorisme’ (diucapkan oleh Polri dalam kasus Siyono) atau ’extrimisme kekerasan’ (diucapkan oleh Ban Ki Moon di Jeneva). Nama baru ini disesuaikan dengan teror yang tak dikaitkan lagi dengan agama Islam. Kaitannya dengan agama Islam sudah tak laku, seperti kita lihat dari pengakuan 3 teroris di atas itu juga.
"Saya hanya butuh waktu dua jam untuk menyiapkan pengantin," tutupnya.