Kolom M.u. Ginting:
Soal ’saudagarisme’ di Munas Golkar atau di Partai Golkar asosiasinya tentu soal duit. Pengamat politik dari LIPI, Syamsudin Haris mengatakan:
Munculnya semua ini tak lepas dari situasi masih berdominasinya pengaruh neoliberal di negeri ini sejak era Orba, dan sekarang ini karena ’Jantung kekuasaan Jokowi-JK disusupi kelompok neoliberal’ (pengamat politik Ray Rangkuti) (Lihat di SINI ).
Di samping ’pragmatis’nya terlihat jelas juga bahwa kepentingan (ekonomi/ politik) merupakan faktor yang sangat menentukan dalam mengangkat Setnov jadi Ketua Umum Golkar. Pantas juga kalau Golkar sebagai ’partai kepentingan’ dari segi politik dan ekonomi itu. Faktor finansial + dukungan Menko, telah menentukan keberhasilan Setnov. Keberhasilannya jadi Ketum Golkar juga banyak ditentukan oleh pengaruh duit, seperti dikatakan oleh pengamat LIPI itu (Lihat di SINI ). //