Kolom M.u. Ginting:
Sebelum Demo 411, ada suasana tenang, order, tesis. Datang Demo 411, antitesis, disorder. Sekarang berangsur-angsur bermunculan order yang baru, synthesis. Apakah order yang baru ini (synthesis) sama kualitasnya dengan order yang lama atau tesis permulaan itu? Jelas tidak, karena pengetahuan, pengalaman dan pembelajaran bertambah sangat banyak. Betul-betul sangat banyak dan sering sangat pahit pula.
Kita sekarang dalam proses menciptakan suasana order yang baru, seperti dalam usaha PKB kumpulkan sebanyak 10 ribu ulama itu. Jadi order yang baru ini nanti akan berkwalitas lebih tinggi dari order semula. Kita lebih banyak pengetahuannya, bertambah dari semua pengalaman dan kepahitan yang terjadi dan yang sering di luar dugaan kita atau di luar kehendak perorangan kalau dalam bahasa dialektikanya.
Apakah thesis-antitesis-syntesis? Itulah gambaran satu proses kontradiksi (konflik, perjuangan, pertentangan). Gambaran proses perjuangan dari segi-segi bertentangan dalam satu hal-ihwal atau suatu soal atau satu persoalan.
Contoh lain yang lebih menarik: Pilpres Clinton-Trump: Sebelum kampanye, ada ketenangan, order, tesis, situasi dalam balans yang tenang, keseimbangan (kekuatan). Ketika kampanye terjadi disorder, kekacauan, saling serang, perjuangan sengit, yang satu mau 'melenyapkan' yang lain, tak ada balans kekuatan. Puncaknya 8/11. Yang satu dari dua kekuatan yang berjuang itu kalah, lenyap, yang lain menang, dominasi. Tak ada lagi perjuangan, menuju syntesis, order yang baru atau ketenangan yang baru. C dan T saling mengakui, saling bikin pujian dan penghargaan yang patut diapresiasi.