Kolom M.u. Ginting:
DC memanfaatkan segala macam bentuk perbedaan dan kontradiksi yang ada dalam satu negeri untuk memecah belah dan mengadu domba; seperti konflik antara gerakan kiri dan kanan di Indonesia 1965 dan sekarang antara Sunni dan Shia di Timur Tengah (konkretnya di Syria dan Irak). Tujuan DC ialah Miliaran dan Triliunan dolar dari SDA satu negeri, seperti sekarang dari minyak Syria dan Irak.
Di Indonesia terjadi Tahun 1965, adu domba kiri kontra kanan, dan SDA tanpa halangan dikuasai orang asing atau DC itu. Demo 411 dan 212 atau demo apa saja bukanlah suatu yang haram di negeri demokratis seperti Indonesia. Kebebasan bagi semua untuk mengutarakan pendapat apa saja, dan juga menunjukkannya dengan demo. Itu sangat bagus bagi perkembangan demokrasi.
Apa yang harus diwaspadai oleh seluruh anak bangsa ialah adanya selalu usaha DC untuk memanfaatkan segala macam kontradiksi atau gesekan dalam masyarakat. Berapa orang dari bangsa ini memahami soal ini?
Mengapa sifat mulia ini bisa berubah jadi kebengisan? Jawabnya ya hasutan DC itu, hasutan yang sudah berjalan lancar tanpa halangan sejak ribuan tahun. Satu lagi yang sangat penting untuk diketahui ialah orang-orang DC ini adalah orang-orang Machiawelli, orang jahat dan bertujuan jahat, orang-orang yang menganggap kehidupan hanya mungkin dilalui dan mencapai tujuan hanya dengan perbuatan jahat (Baca INI ).
Manusia Machiawelli ini sudah ada sejak adanya manusia, dan terutama setelah ada kekuasaan. Kegiatan manusia Machawelli ini semakin kuat dan terorganisasi, setelah munculnya kekuasaan, karena harus melawan berbagai kekuasaan itu. Mereka ini juga yang melahirkan Perang Dunia 1 dan 2, karena mereka perlu membungakan uang sebagai pemilik bank dunia. Lih di SINI ).
Tujuan DC hanya itu . . . pecah belah, bikin kacau, ganti pemerintahan yang lebih bodoh dari yang sekarang, yang sama sekali tidak mengerti tujuan licik DC ini. Jokowi dan pemimpin-pemimpin sekarang sudah banyak yang waspada dan juga pastilah juga sudah mengerti betul tujuan DC ini terutama karena sekarang sudah ada contoh konkret Syria dan Irak. Pengertian dan penjelasan ilmiah soal DC (lihat dua link di atas) baru muncul setelah akhir era perang dingin dan dalam era munculnya era keterbukaan sebagai akibat tak terhindarkan dari perkembangan teknik dan dunia internet.