Kolom M.u. Ginting: Abu
Indonesia perlu dilibatkan/ disibukkan dalam “global war on terrorism” (Chossudovsky) mengingat Freeport yang masih terombang-ambing, dan kestrategisan Indonesia dalam banyak hal seperti ’menyemangati’ siapa yang paling canggih dan ’hebat’ dalam kesiagan militernya antara negeri-negeri Asia Tenggara, termasuk membandingkan dengan China. Perlombaan kecanggihan ini sangat menguntungkan ’war-based economy’ atau itulah tujuan utamanya.
Mengapa masih bisa terjadi sergapan panghadangan yang mematikan itu di era sekarang seperti di Basilan Filipina itu? Kan sudah tak ada perjuangan Kemerdekaan maupun perang penjajahan atau penjajahan secara fisik?
“It is what Eisenhower described as the "misplaced power" of the military-industrial complex - power that makes public opposition and even thousands of dead soldiers immaterial. War may be hell for some but it is heaven for others in a war-dependent economy,” k ata prof Jonathan Turley, bisa dilihat di SINI .