Kolom M.u. Ginting: Arti Sebuah
"Rusdy Mastura saat masih menjabat sebagai Wali kota Palu berani mengajukan permintaan maaf secara resmi kepada para korban pelanggaran HAM 1965-1966. Dia mengaku meminta maaf karena murni alasan kemanusiaan. Keberhasilan di Palu ini telah menciptakan milestone baru dalam upaya penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, sekaligus menandaskan bahwa pemerintah daerah atau lokal berperan aktif dalam upaya penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.
Teror 3 juta 1965 ini sudah begitu terkenal ke seluruh dunia, terutama setelah pengakuan dari panglima operasinya sendiri di DPR 1989. Akhirnya, pada tahun 1989, sebelum kematiannya, Sarwo Edhie memberi pengakuan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa 3 juta orang tewas dalam pertumpahan darah ini." (Wikipedia). Pengakuan Sarwo Edhie didorong juga oleh banyaknya spekulasi soal jumlah kematian dalam operasi teror pembunuhan itu, spekulasi mana kemudian diakhiri dengan pengakuan Sarwo Edhie itu. Orang percaya bahwa tidak mungkin ada yang lebih tahu selain Sarwo Edhie sendiri.