Kolom M.u. Ginting: Fabrikasi
Bahwa dalam pidatonya di Pulau Seribu, Ahok tidak bermaksud sama sekali " menistakan agama " bisa diteliti dari ucapan dengan kalimatnya. Terutama kalau dilihat dari segi bahasa, dari segi gramatiknya. Ahok bilang dalam pidatonya di Pulau Seribu: " . . . K arena dibohongin pakai Surat Almaidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, ya." (bisa didengarkan di videonya).
Kalau tidak ada yang bisa mengulas dan menyimpulkan dari kalimat Ahok itu adanya penghinaan, berarti bisanya hanya melintir secara gelap sehingga tidak ada yang jelas bagi banyak orang. Yang jelas hanya 'Ahok menghina Al Quran' tanpa dasar yang logis atau tanpa dasar sama sekali.
Mungkinkah bangsa Indonesia yang cinta damai ini diadu domba sekali lagi seperti 1965?