Kolom M.u. Ginting: Fahri Hamzah
Karena ada keributan-keributan ini, maka publik tambah pandai atau tambah pengetahuannya dalam soal-soal yang suka digelapkan oleh golongan tertentu, golongan yang masih menginginkan kegelapan, yang dalam hal ini ialah golongan neolib/ koruptor di Indonesia. Adanya keributan ini bikin peningkatan pengetahuan bagi publik. Sayangnya, selalu ada korban dalam tiap kali ada peningkatan kesedaran ini. FH sudah jelas jadi korban, terutama dari partainya sendiri. Setnov masih ’selamat’ hanya dipecat dari jabatan Ketua DPR, tetapi di partainya masih ’berkuasa’ terutama karena partainya juga sudah pecah. Ada pihak yang membela Setnov. Berlainan dengan nasib FH, pihak yang kemungkinan membela sudah duluan keluar seperti Anis Matta dan kelompoknya.