Kolom M.u. Ginting: Karo, Acting Extroverted More — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Karo, Acting Extroverted More

Annes Tarigan (gitar, vokal) dan Jimmy Sebayang (kulcapi) dalam sebuah konser Sanggar Seni Sirulo pimpinan Ita apulina Tarigan.[/caption] Kolom Herlina Surbakti (HS) soal Keterampilan Abad 21 sangat menarik dan penting bagi orang Karo terutama kalau dilihat dari segi karakter introversinya.

"Oleh karena itu, disarankanlah agar orangtua memakai bahasa ibu kepada anak-anaknya. Juga untuk memastikan supaya anak-anak tidak kehilangan nilai-nilai budayanya karena untuk bisa sukses dalam era globalisasi ini si anak harus mempunyai akar budaya yang kuat. Di dalam hal ini, anak-anak generasi muda Karo haruslah mengetahui siapa dirinya sebelum bergabung dengan pekerja-pekerja nasional maupun pekerja internasional. Di samping itu, mereka juga harus diajarkan keterampilan-keterampilan abad ke 21."

HS antara lain menuliskan keterampilan itu sbb:

- Komunikasi lisan dan tertulis, berbicara di depan umum dan presentasi, kemampuan mendengarkan dengan aktif. - Melek Teknologi informasi dan komunikasi (ICT), literasi media dan internet, interpretasi data dan analisis, pemrograman komputer Beidar Nandena (Juara R. Ginting dan kawan-kawan) ditampilkan di Utrecht (Nederland). Foto: ARIYADI WIJAYA.[/caption]

Soal komunikasi tertulis, sudah banyak orang Karo bikin perubahan. Orang Karo banyak kemajuan dalam soal tulis menulis, setelah Era Reformasi, sejajar juga dengan perubahan dunia dari Abad Extroversi Loudmouth (mulut besar) Abad 20 ke Abad 'Quiet Revolution' (Revolusi Senyap) Abad 21.

Artinya, gilirannya orang-orang introvert (seperti orang-orang Ksro) untuk ngomong bukan secara offline tetapi secara online. Orang-orang introvert pada umumnya dapat kesempatan yang luar biasa memenfaatkan 'kesendiriannya' melalui internet, kesempatan mana belum pernah ada sepanjang ribuan tahun kemanusiaan. Kesempatan itu hanya ada setelah lahir era internet.

Karena itu terjadi keluarbiasaan, perubahan besar dunia dimana internet sangat menguntungkan bagi kaum introvert. Mereka maju ke depan secara massal. Abad Internet adalah Abad Introversi, abad 'quiet revolution' Susan Cain dalam bukunya 'The Power of Introverts in a World that Can’t Stop Talking'. "We suggest that the positive affect produced by introverts' extraverted behavior may buffer the potentially depleting effects of counterdispositional behavior, and we consider alternative explanations. We conclude that dispositional introverts may indeed benefit from acting extraverted more often and caution that dispositional extraverts may want to adopt introverted behavior strategically, as it could induce cognitive costs or self-regulatory depletion more generally." (John Zelenski, Professor of Psychology at Carleton University in Ottawa, Ontario)

Yang lebih menarik lagi ialah bahwa dari hasil penyelidikannya ditemukan bahwa "acting extraverted produces hedonic benefits regardless of disposition". Jadi, dalam menuju perubahan keterampilan ini, bagi orang Karo introvert itu perlu 'acting extroverted more often' atau seperti sudah sering kita bilang di miliskaro, perlunya 'boldness' dalam sikap sehari-hari.

Orang Karo sudah luar biasa banyak bikin ini dalam tulisan online sesuai dengan pemanfaatan era internet itu. Tetapi, seperti HS bilang:

"Komunikasi lisan, berbicara di depan umum dan presentasi" masih perlu selalu ditingkatkan. Artinya, boldness tadi atau lebih bersikap extrovert itu.