Kolom M.u. Ginting: Mengikuti Penguasa Neolib — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Mengikuti Penguasa Neolib

Ekonomi Kolom ·
Kolom M.u. Ginting: Mengikuti Penguasa Neolib

Presiden Argentina sekarang adalah seorang neoliberal sejati. Karena itu, pastilah akan sangat menarik bagaimana presiden neoliberal ini nanti bisa berhasil (kalau berhasil) memimpin Argentina sebagai negeri berkembang. Apa yang menarik ialah karena seorang presiden neoliberal di negeri berkembang tidaklah sama menariknya dengan seorang presiden neoliberal di Barat atau negeri maju. Di Barat sudah biasa, seperti Obama atau Hollande, tetapi di negeri berkembang misalnya seperti Indonesia, sangat lain imbasnya dan saling pengaruhnya dengan masyarakatnya bukan main bedanya.

Kita lihat presiden neolib Soeharto, 30 tahun diktator, bunuh 3 juta orang seenaknya, dan mundurnya juga dilengserkan rakyat. Sama halnya juga dengan Mobutu di Kongo atau berbagai presiden neolib Nigeria. Atau bagaimana kalau tadi Jokowi adalah seorang neolib. Pastilah juga sangat menarik. Untungnya Jokowi bukan neolib, tetapi neolib tak tinggal diam, semua mengintai di keliling Jokowi, banyak yang dekat juga.

Di negeri berkembang itu jugalah Mauricio Macri jadi presiden, seorang neolib terkaya di Argentina dimana kekayaannya adalah dari bisnis neolib di Boenos Aires (juga tadinya jadi walikotanya) dan Argentina. Pemilihan presiden November lalu dimenangkan oleh Mauricio Macri seorang neoliberal multi-billi onaire dan walikota Buenos Aires dari sayap kanan partai Cambiemos , mengalahkan lawannya Scioli dari partai yang berkuasa Front for Victory Party (FPV – Frente para la Victoria), partai presiden yang berhenti. Kemenangan Macri dianggap oleh Peter Koenig bukan tanpa kecurangan dalam kampanye besar-besaran membusukkan presiden lama dan partainya: “Who is Mauricio Macri? – He was born in 1959 into a family of owners of the country’s most important industrial and economic groups. In 1975, the Macri family possessed 7 enterprises; at the end of the military dictatorship the Macri fleet of companies had grown to 46. The Macri family benefitted greatly from business relations with the totalitarian military government of Videla. In connivance with US banks, they built up false debt which later had to be assumed by the Argentine government.” “In 2011 Wikileaks revealed that Mauricio Macri asked the US Embassy in Buenos Aires to launch a strong anti-Kirchner campaign, slandering her and her political alliances, thereby massively discrediting Cristina Kirchner’s Presidency. It did not work for Macri in 2011, as Cristina Kirchner was re-elected. But the Washington-driven anti-Kirchner and anti-FPV campaign expanded massively until this past election. And it paid off.” //

Inilah serba singkatnya presiden neolib Argentina yang baru terpilih November tahun lalu.

Mari kita mengikuti perjalanan kepresidenan Macri karena ini akan menjadi ujian keabsahan nelolibralisme dunia di satu negeri berkembang tak ubahnya seperti Indonesia. Menarik melihat perbandingannya bagaimana rakyat Indonesai akan maju bersama presiden pemimpin nasionalnya dan seorang presiden neoliberal bersama rakyatnya di Argentiana yang sebagian besar anti neoliberalisme tak ubahnya seperti Indonesia dan tak ubahnya seperti pada umumnya rakyat-rakyt negeri berkembang.

Pasti menarik, pasti menarik, mari kita ikuti perkembangan kedua negeri ini. //