Kolom M.u. Ginting: Nuklir, Teroris Dan
Pernyataan Jokowi soal tak perlu takut ini ternyata berkumandang cepat di hati rakyat-rakyat Eropah agar tak perlu takut sama teroris. Semua ikut ngomong begitu, tak takut! Suara Jokowi sangat hebat pengaruhnya. Politik menakut-nakuti dari teroris mengalami masa surut yang sangat mengkhawatirkan bagi pemrakarsa teror ini, dan harus dinaikkan lagi supaya ketakutan itu dihidupkan lagi. Sekarang bukan tingkat bom Paris atau Brussel atau bom rakitan Thamrin, tetapi bom atom! Dan itu yang meningkatkannya tak lain ialah Obama, presiden negara USA tempat pembentukan terorisme. Obama tentu mengharapkan supaya pak Jokowi jangan lagi berani ngomong teroris tak perlu ditakuti, karena tingkatnya sekarang bukan tingkat Thamrin, tetapi bom nuklir. Wow.
Untuk membela kebenaran Jokowi muncul seorang penulis cekatan bernama David Stockman. Dia bilang: "We have nothing to fear except Fear Mongering Politicians." Wow, ternyata inilah yang lebih menakutkan dibandingkan terornya sendiri. Baca di sini: David Stockman: We Have Nothing to Fear Except Fear-Mongering Politicians
Prominent academic and author Dr Michel Chossudovsky bilang:
"The so-called war on terrorism is a front to propagate America ’s global hegemony and create a New World Order. Terrorism is made in USA , The global war on terrorism is a fabrication, a big lie."
Ketika memperingati hari Jumat Agung 2016 lalu, Paus Fransiskus mengutuk teroris dan juga para politisi yang terlibat dalam penjualan senjata terkait dengan terorisme. Orang-orang ini memberi makan keluarganya yang sudah bercampur darah, kata Paus. Paus Fransiskus adalah pemimpin dunia yang pertama mengatakan terus terang kaitan terorisme dengan perdagangan senjata, atau yang biasa kita sebut dengan ’terror-based industry’. Hebat Paus ini, Saluuuut Pak Paus! //