Kolom M.u. Ginting: Pemimpin Walhi Harus Berani
”Timidity is dangerous: Better to enter with boldness. Any mistakes you commit through audacity are easily corrected with more audacity. Everyone admires the bold; no one honors the timid .” – Robert Greene
Keberanian (boldness ) itulah kunci kepemimpinan, terutama dalam menghadapi lingkungan sekarang ini, karena pada pokoknya persoalan terbesar ialah menghadapi kriminal, nasional dan internasional. Kalau soal pencerahan bisa perlahan butuh kesabaran, seperti misalnya dalam perusakan lingkungan bakar hutan bukanlah kejahatan biasa, publik sangat membutuhkan pencerahan luar biasa. Banyak sangkut pautnya dengan global hegemony greed and power . Para artis Sanggar Seni Sirulo dimana Dana Tarigan bergabung sebagai pemusik tradisional Karo.[/caption] Pemerintahan Indonesia belum terpikir untuk mengerahkan publik membasmi kejahatan seperti di Filipina. Jokowi pernah teriakkan ‘reward and punishment’ bagi Pangdam dan Kapolri, mencopot mereka jika masih ada kebakaran. Ketika baru saja Jokowi mengeluarkan peringatan itu, kebakaran hutan berhenti sejenak. Peringatan Jokowi kemudian berubah jadi gertak sambal. Jokowi sendiri sudah lupa ucapannya dan pembakaran hutan jalan lagi.