Kolom M.u. Ginting: Pesan Pendiri
Untuk menguasai nation ini selama penjajahan itu, pemerintah kolonial harus bikin pecah belah, dan kuasai, dan ambil hasil SDAnya, tebang hutannya dan tanam, tembakau, karet, apa saja untuk kepentingan kolonial dan kebutuhan militer kolonial. Pendiri bangsa ini menyatukan kekuatan nasional, segala suku, segala agama, semua daerah, dan berhasil mengusir penjajah dan merdeka 1945.
Tidak hanya ketika kita berjuang melawan kolonial itu, tetapi leluhur kita memang bahkan jauh sebelum kolonial datang, sudah terbiasa punya tradisi mulia. Kedamaian dan hidup berdampingan secara damai sudah ada ribuan tahun. Terbukti juga ketika berbagai agama datang masuk ke Indonesia. Agama dari Barat maupun dari Timur (Hindu, Budha, Islam, Protestan, Katolik), semua diterima dengan senang hati dan bisa hidup bersama; termasuk dengan semua agama asli yang sudah ada di seluruh negeri. Sampai kita merdeka dan berdiri sendiri 1945.
Setelah merdeka, datang kembali kekuatan pemecah belah itu. Rasanya tidak pernah berhenti, sampai detik ini, seperti dalam bentrokan Demo 411, atau peristiwa tanggal 6/12 pesta Natalan di Bandung yang dibubarkan oleh satu Ormas tertentu.