Kolom M.u. Ginting: Sibuk
Program pembangunan yang sudah ada jangan lupa karena ngurus 'pemakzulan'. Terlalu enaklah Divide and Congquer itu. Kita lupa ngurus Freeport, yang tadinya mau ditakuti dengan teror Thamrin. Teror tidak berhasil, sekarang dibikin 'pemakzulan'. Licik sekali taktik orang itu, atau gampang sekali kita dikotakkatik. Tahun 1965 kita disuruh bunuh 3 juta orang sendiri, sim sallabim . . . emas Papua dikuasai langsung, hutan ditebangi, kekayaan alam disedot semua. Sekarang, tidak ada lagi yang mau bunuh 3 juta orang, tetapi suruh sibuk dengan 'pemakzulan'. Diam-diam tambang dikeruk terus, utang ditambah terus, ekonomi ambruk karena tak ada yang ngurus, semua sibuk dengan pertengkaran dan pemakzulan.